Mardison Mahyuddin: Dari Keluarga Birokrat Hingga Kursi Wakil Wali Kota Pariaman
Di jantung Sumatera Barat, tepatnya di kota pesisir Pariaman, terlahir seorang anak bungsu dari keluarga besar yang kelak menorehkan jejak penting dalam perjalanan politik daerahnya. Drs Mardison Mahyudin, MM, lahir pada 11 Januari 1969, tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai birokrasi dan pengabdian. Ayahnya, Sutan Mahyuddin Rangkayo Ganto Suaro, seorang birokrat senior yang mengakhiri karirnya sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Padang Pariaman, memberikan contoh nyata tentang dedikasi terhadap pelayanan publik. Sementara ibunya, Kartina, seorang guru SKKP Padang Pariaman, menanamkan nilai-nilai pendidikan dan pentingnya ilmu pengetahuan.
Lahir sebagai anak ke-19 dari 19 bersaudara, Mardison tentu memiliki dinamika keluarga yang unik. Kehidupan masa kecilnya di Pariaman membentuk karakternya, membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang masyarakat dan kebutuhan daerahnya. Jejak karir politik seolah telah tergariskan dalam keluarganya, mengingat sang kakak, Martias Mahyuddin, pernah memimpin sebagai Wakil Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Administratif Pariaman.
Pendidikan menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup Mardison. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Pariaman, sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diraihnya dari STISIP Imam Bonjol Padang pada tahun 1993, disusul gelar Magister Manajemen Publik dari Universitas Negeri Padang pada tahun 2007. Kombinasi antara pemahaman teoritis dan kebutuhan praktis di lapangan inilah yang kemudian mewarnai gaya kepemimpinannya.
Ketertarikan Mardison pada dunia politik tumbuh sejak usia muda. Di usia 25 tahun, ia mantap bergabung dengan Golongan Karya (Golkar), sebuah langkah awal yang membawanya pada karir politik yang panjang dan berliku. Tahun 1990 menjadi saksi keterlibatannya dalam kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Padang Pariaman, dan tujuh tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Padang Pariaman.
Momentum penting dalam karir politiknya tiba pada Pemilihan Umum 1999. Mardison berhasil meraih kursi sebagai Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman periode 1999–2004. Perubahan status Kota Administratif Pariaman menjadi Kota Pariaman membawa babak baru dalam perjalanan politiknya. Pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman, sebuah posisi strategis yang ia emban selama empat periode berturut-turut hingga tahun 2025.
Kepercayaan masyarakat Pariaman kembali ia raih pada Pemilihan Umum 2004, pemilihan pertama yang diadakan di kota otonom tersebut. Mardison terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Pariaman periode 2004–2009, bahkan dipercaya untuk memimpin Komisi A. Dedikasinya sebagai wakil rakyat terus berlanjut, mengantarkannya kembali duduk di kursi DPRD selama tiga periode hingga tahun 2018. Selama periode tersebut, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman (2009–2014) sebelum akhirnya menduduki posisi puncak sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman (2014–2018), dilantik pada 2 Oktober 2014.
Ambisi untuk mengabdi lebih luas bagi masyarakat Pariaman mendorong Mardison untuk mencoba peruntungan dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Pariaman 2013. Berpasangan dengan Helmi Darlis, ia maju sebagai calon wakil wali kota, diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar. Namun, takdir berkata lain, dan pasangan ini harus mengakui keunggulan pasangan petahana Mukhlis Rahman–Genius Umar. Kendati demikian, semangat Mardison tidak surut.
Pada tahun 2018, sebuah keputusan besar diambilnya. Mardison mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua dan anggota DPRD Kota Pariaman untuk kembali bertarung dalam Pilwako Pariaman 2018. Kali ini, ia mendampingi wakil wali kota petahana, Genius Umar. Koalisi kuat yang terdiri dari Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusung pasangan Genius-Mardison. Dalam kontestasi yang diikuti oleh tiga pasangan calon, Mardison akhirnya meraih kemenangan, mengantarkan dirinya menduduki kursi Wakil Wali Kota Pariaman.
Pelantikan Mardison Mahyuddin sebagai Wakil Wali Kota Pariaman periode 2018–2023 dilaksanakan pada 9 Oktober 2018 oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Momen ini menjadi puncak dari perjalanan panjangnya dalam dunia politik, sebuah pembuktian atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam melayani masyarakat Pariaman.
Di balik kesibukannya sebagai seorang politikus, Mardison Mahyuddin adalah seorang kepala keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Indriati, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertanian Kabupaten Padang Pariaman. Kebahagiaan rumah tangganya semakin lengkap dengan kehadiran tiga buah hati: Khansa Prima Sandra Mardison, Mutiara Salsa Nabila Mardison, dan Muhammad Wahyu Primananda.
Kisah Drs Mardison Mahyudin, MM, adalah cerminan dari perjalanan seorang anak daerah yang gigih memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Dari bangku sekolah di Pariaman hingga kursi Wakil Wali Kota, ia telah menapaki berbagai jenjang karir politik dengan dedikasi dan loyalitas. Pengalamannya sebagai anggota dan Ketua DPRD Kota Pariaman menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai pendamping wali kota, membawa harapan baru bagi kemajuan Kota Pariaman.