Lembaran Takdir Terbentang: Fadly Amran, Nahkoda Padang Hingga 2030
Di balik megahnya Auditorium Gubernur Sumatera Barat, sebuah lembaran takdir terbentang. Fadly Amran, sang nahkoda Kota Padang, dengan langkah mantap menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Mahyeldi. Bukan sekadar lembaran kertas, SK itu adalah amanah, janji, dan tanggung jawab untuk membawa Padang menuju masa depan gemilang hingga tahun 2030.
Bersamaan dengan lantunan doa dan harapan, para penggerak kesejahteraan keluarga, kerajinan daerah, dan kesehatan masyarakat turut hadir, menjadi saksi bisu momen bersejarah ini. Di bawah naungan langit biru Sumbar, aura optimisme dan semangat perubahan terpancar kuat.
Gubernur Mahyeldi, dengan suara berwibawa, menyampaikan pesan mendalam. Lima tahun ke depan, Padang berada dalam genggaman visi dan misi Fadly Amran. Setiap program yang dijalankan, diharapkan mampu menjelma menjadi oase bagi masyarakat, memberikan manfaat nyata, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, di istana negara, Presiden Republik Indonesia telah meresmikan langkahnya. Kini, di jantung Sumatera Barat, amanah itu dikukuhkan kembali. Fadly Amran berdiri tegak, siap mengemban tugas, membawa Padang menuju puncak kejayaan.
Setiap keputusan, setiap kebijakan, adalah untaian benang yang akan merajut masa depan kota. Seperti Keputusan Wali Kota Padang Nomor 160 Tahun 2025, yang menetapkan kriteria penerima jaminan kesehatan gratis, sebuah bukti nyata komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat.
Padang, dengan segala keindahan alam dan kekayaan budayanya, kini menatap masa depan dengan penuh harapan. Di tangan pemimpin yang amanah, kota ini siap mengukir prestasi, menjadi teladan, dan memberikan inspirasi bagi seluruh negeri.
Editor: Andarizal